Mahasiwa KKN UIN Alauddin Makassar Ajak Siswa Lawan Hoaks

141
Foto bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 61 UIN Alauddin Makassar, Posko I Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa dengan Pembicara dan peserta Seminar Anti Hoax dan Ujaran Kebencian di Media Sosial yang digelar di Aula Kantor Camat. Jumat (20/12/2019).

Syiarmedia.id – Seiring maraknya berita bohong atau Hoaks dan ujaran kebencian di Media Sosial, membuat Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 61 UIN Alauddin Makassar, Posko I Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa, menggelar Seminar Anti Hoax dan Ujaran Kebencian di Media Sosial yang digelar di Aula Kantor Camat. Jumat (20/12/2019)

Kegiatan ini mengajak Siswa SMA 13 Bontoramba sebagai peserta seminar untuk melawan hoaks dan ujaran kebencian, sebagai salah satu masalah yang ada di media Sosial. Hal ini disampaikan Koordinator Kecamatan (Korcam) Bontonompo Selatan Muh. Edward Husnan Rafid saat diwawancarai.

“Kemarin juga, waktu zaman pemilukan banyak sekali ujaran kebencian di dunia maya,” ujar Mahasiswa Jurusan Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) ini.

Edward juga menyampaikan alasannya memilih Siswa sebagai peserta seminar. Menurutnya, sebagai calon penerus bangsa, Siswa dianggap mudah percaya dan mudah terdoktrin dengan berita yang mereka konsumsi. Sehingga harus diberikan edukasi bagaimana berita yang benar dan cara menanggapinya.

Seminar ini menghadirkan Tim IT dan Ciber Dinas Komunikasi Informatika, Statistik Dan Persandian Kab. Gowa Sudding S.Kom, S.Pd dan Anggota Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Muhammad AY sebagai pembicara.

Saat menjelaskan, Sudding mengatakan alasan berita bohong mudah tersebar, karena seseorang memiliki paradigma ingin menjadi yang pertama menyebarkan suatu informasi. Sehingga kecenderungan ini menurutnya, dapat menjadi masalah karena menyebarkan informasi tanpa mengecek terlebih dulu kebenarannya.

“Tugas penting kita bersama adalah mengedukasi masyarakat agar tidak begitu mudah menerima informasi hoax dan menyaring informasi-informasi yang beredar di sosial media,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad AY mengimbau masyarakat harus lebih kritis dan bijak dalam bermedia sosial. Ia pun menyarankan bila menemukan berita hoaks bisa langsung mengecek aplikasi Hoax Buster Tools (HBT)  yang  menggunakan penelusuran gambar dengan fitur Google.

Selain Siswa, masyarakat umum setempat juga turut mengikuti seminar ini. Para peserta diedukasi dengan praktik langsung mengecek kebenaran informasi. Mereka diberikan link, lalu mendeteksi informasi tersebut.

Kegiatan ini diharapkan mampu berbagi ilmu dan informasi antar siswa dan masyarakat, agar lebih paham dalam mengidentifikasi dan melawan berita bohong serta ujaran kebencian di Media Sosial yang dapat menimbulkan kegelisahan di tengah masyakarat.

Reporter: Wafiq Azizah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here