UIN Alauddin Makassar Gelar Dialog Bersama Dirjen Pendis Kemenag RI

106

Syiarmedia.id, Makassar – UIN Alauddin Makassar kedatangan Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI, Prof Muhammad Ali Ramdhani, dalam rangka menghadiri acara dialog dalam rangka penguatan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) menuju Akreditasi Internasional.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis menuturkan terkait betapa pentingnya penguatan prodi-prodi melalui akreditasi, khususnya akreditasi Internasional.

“Saat ini ada beberapa Prodi yang sedang diusung untuk akreditasi Internasional, yakni Prodi Arsitektur, Manajemen, Akutansi dan Pendidikan Agama Islam,” ungkap Prof Hamdan, di Sultan Alauddin Hotel dan Convention Makassar, Kamis (11/3/2021).

BACA JUGA :  Akan Segera Bangkit, Syiar TV Adakan Kegiatan Workshop

Lebih lanjut, mantan Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama UIN Alauddin tersebut juga menambahkan, pentingnya penguatan pendidikan vokasi, agar bisa lebih produktif dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Dirjen Pendis, Prof Muhammad Ali Ramdhani mengungkapkan bahwa transformasi sangat penting di tengah dinamika zaman. Bahkan menurutnya, perguruan tinggi harus memacu diri untuk beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang bergerak cepat.

BACA JUGA :  Seluruh Pegawai dan Dosen UIN Alauddin WFH Hingga 30 Juli Mendatang

Lebih lanjut katanya, PTKI hendaknya bisa mengambil peran dalam mengisi sendi-sendi kehidupan kehidupan masyarakat muslim, ia menyebut salah satunya adalah industri life style dan fashion yang kian berkembang.

“Perguruan tinggi harus mampu merespons kebutuhan-kebutuhan zaman, khususnya yang terkait dengan perkembangan gaya hidup masyarakat Muslim,” ujarnya.

BACA JUGA :  Bersinergi dengan Pemdes, Mahasiswa KKN-DK UIN Alauddin Kecamatan Ujung Loe Gelar Seminar

Sekadar diketahui, dalam kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Rektor Sejajaran, Biro AUPK, AAKK, Dekan Fakultas beserta Wakil Sejajaran, Direktur Pascasarjana beserta Wakil Direktur, para Ketua dan Sekretaris Lembaga, Ketua dan Sekretaris SPI, para Kepala pusat dan UPT, Ketua dam Sekretaris KPKE, Direktur dan Sekretaris Ma’had Al Jamiah, dan Ketua Internasional Office. (Dev)