Libatkan Sekum MUI Sulsel, UIN Alauddin Gelar Diskusi Ramadan Bahas Pemaknaan Takwa

33

Syiarmedia.id, Makassar – UIN Alauddin Makassar menggelar kuliah umum dengan mengusung tema “Memahami Makna Takwa Sebagai Tujuan Ibadah Puasa”. Kegiatan ini berlangsung secara virtual dengan menggunakan bantuan aplikasi Zoom meeting, Rabu (14/4/2021).

Kegiatan kuliah ramadan ini dipandu oleh Abdullah Thalib, S.Ag.M.Ag. dengan menghadirkan Sekretaris Majelis Ulama Islam (MUI) provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof. Dr. H. Ghalib M, MA sebagai narasumber.

Sebelum masuk dalam pemaparannya, Prof. Dr. H. Ghalib M, MA menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepadanya untuk mengambil bagian serta mengisi materi dalam kegiatan kuliah ramadan kali ini.

BACA JUGA :  Dekan FDK UIN Alauddin Kecam Aksi Terorisme Sekaligus Sadarkan Pentingnya Moderasi Beragama

Selanjutnya, Sekretaris MUI Takwa membeberkan bahwa dalam Alquran adalah syariat yang diwajibkan para muballiq untuk mengantarkan manusia mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bahkan menurutnya, Alquran memang tidak mendefinisikan tentang takwa, melainkan karakter manusia yang tersebar dalam ayat-ayat Alquran.

BACA JUGA :  UIN Alauddin Makassar Gelar Dialog Bersama Dirjen Pendis Kemenag RI

“Ketakwaan manusia itu tidak bersifat permanen, melainkan biasa di katakan kadang meningkat dan kadang menurun sesuai faktor eksternal maupun internal,” jelasnya.

Dalam hal ini salah satu peserta kuliah ramadan yakni K.H. Dr. Kamaluddin Abu Nawas, M.A, turut meminta tanggapan kepada narasumber mengenai kriteria orang-orang bertakwa.

“Ketika Allah berbicara tentang kriteria orang yang bertakwa yang disebutkan dalam Alquran itu tidak lepas dari 3 persoalan utama dalam Islam yaitu akidah, syariah dan akhlak. Yang di mana akhlak yang paling menonjol dalam moral manusia,” ujar Sekum MUI dalam menjawab tanggapan peserta diskusi.

BACA JUGA :  Keren, Dema FUFP UIN Alauddin Sukses Gelar Ushuluddin Fest 2021

Terakhir, Prof. Dr. H. Ghalib M, MA mengatakan bahwa kerahmatan, kasih sayang, ketentraman, kedamaian islam itu diwujudkan dalam kehidupan terhadap amalan-amalan yang yang dilakukan. (Ummu)