HMJ Kessos dan PMI UIN Alauddin Berkolaborasi Gelar Kegiatan Kelas Intelektual

43

Syiarmedia.id, Gowa – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kesejahteraan Sosial (Kessos) berkolaborasi bersama HMJ Pengembangan Masyarakat Islam (PMI Fakultas Dakwah dan Komunikasi menggelar kelas Intelektual.

Pelaksanaan kelas intelektual diselenggarakan selama dua hari yakni Mulai Kamis-Jumat, (24-25/6/2021). Kelas tersebut digelar secara tatap muka di LT FDK UIN Alauddin Makassar dengan mengusung tema Peranan Cendekiawan Muslim: Konsep Masyarakat Madani.

Dalam sambutannya, Ketua HMJ PMI mengatakan bahwa kegiatan tersebut sengaja diselenggarakan karena melihat kondisi masyarakat, terutama kampus yang masih saja mengalami persoalan sosial.

“Menyikapi kondisi kampus, sehingga pembahssan merujuk pada persoalan Intelektual. Atau problem-problem di masyarakat khususnya kampus ini sendiri yang muncul. Sehingga itulah alasan kelas kali ini membahas hal tersebut. Selain itu tujuan kami juga adalah ingin memberikan wadah untuk mengetahui kondisi saat ini,” jelasnya, di hadapan para peserta kelas intelektual tersebut.

BACA JUGA :  UIN Alauddin Makassar Gelar Dialog Bersama Dirjen Pendis Kemenag RI

Selain itu, Prof. Dr. H. Hasaruddin M.Ag selaku Ketua Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam berharap agar kegiatan seperti ini bisa menjadi rutinitas di jurusan baik PMI ataupun Kessos.

“Saya harap kegiatan seperti ini jadi kegiatan rutin. Ini guna kita mendapatkan ilmu pengetahuan intelektual. Apa yang terjadi pada masyarakat dalam pandangan islam. Mudah2 ini bsa bermanfaat,” ujarnya.

Hal yang sama pun juga diutarakan oleh Dr. Ilham selaku Ketua jurusan Kesejahteraan Sosial. Di mana pihaknya sangat memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang diselenggarakan, termasuk para pemerkasa kegiatan tersebut. Bahkan harapannya, kegiatan ini bisa menjadi kegiatan rutinitas yang melembaga, atas kolaborasi antara PMI dan kessos.

BACA JUGA :  Menuju Indonesia Emas 2045, Jurusan Biologi FST UIN Alauddin Gelar Biochamp

“Intelektual itu tentu harus didiukung oleh personel-personel yang cerdas disiplin, inovatif dan lain-lain. Saya kira ini adalah harapan bagaimana sumber daya manusia ke depan. Seperti halnya yang ada di dalam 4 pilar pendidikan yang dicanangkan oleh Nesco, belajar untuk emngetahui, belajar untuk memiliki sikap yg baik, belajar untuk hidup bersama, belajar untuk memiliki keterampilan,” jelasnya.

Terakhir, Dr. Firdaus Muhammad juga mengatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi jalannya kegiatan tersebut. Bahkan katanya, kajian seperti ini tidak bisa kita dapatkan di kampus. Sambutan dari dekan merupakan sekaligus pembukaan secara resmi kelas intelektual.

BACA JUGA :  Dua Mahasiswa Asal FDK UIN Alauddin Terpilih Menjadi Duta Genre Wajo

“Saya sangat merespon kegaitan ini. Karena terkadang anak-anak pergi demo tapi tidak mengerti apa konsep dalam maslah yang didemoi tersebut. Sehingga, dengan kajian-kajian seperti ini bisa membekali konsep untuk memahami akar-akar intelektualisme dan juga spritualisme,” jelasnya.

Terakhir, Dekan FDK juga menuturkan bahwa pihaknya akan merancang program rumah moderasi beragama. Adapun tujuannya adalah untuk membuat situasi ilmu dengan selalu membuat kajian-kajian.

Sekadar diketahui bahwa dalam kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dekan FDK UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Mustari Mustafa selaku pemateri, Kerua HMJ PMI, ketua Jurusan di FDK, para Dosen, Ketua Dema, ketua Sema, serta para mahasiswa PMI dan Kessos. (Dev/Ummu)