Hadiri Kuliah Perdana Pascasarjana, Rektor UIN Alauddin Makassar Tekankan Permasalahan Riset

54

Syiarmedia.id, Gowa – Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhanis menekankan terkait masalah riset sebagai ujung tombak dari perguruan tinggi. Pihaknya juga berharap agar kedepannya, pascasarjana banyak melahirkan pemikiran-pemikiran yang dapat mengguncangkan dunia pemikiran.

Pernyataan dan harapannya tersebut, ia sampaikan langsung saat dirinya menghadiri kuliah perdana program pascasarjana UIN Alauddin Makassar, yang dilaksanakan via zoom, Sabtu (27/2/2021).

BACA JUGA :  Resmi, FDK UIN Alauddin Makassar Teken MoU dengan FUAD IAIN Manado

Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis, yang membuka kuliah perdana juga sekaligus memberikan orasi ilmiah.  Dalam orasi yang berdurasi 30 menit tersebut, Hamdan Juga menjabarkan secara rinci tentang pancacita UIN Alauddin Makassar.

“Episentrum dari gempa pemikiran ini berada pada mahasiswa pascasarjana demi tumbuhnya arus pemikiran moderasi beragama. Itulah sebabnya kalau dipasca tidak tumbuh pemikiran-pemikiran yang bisa menggetarkan dunia persilatan pemikiran, maka pasca secara fungsional tidak berfungsi karna disitu letaknya gudang atau tempatnya orang berfikir,” ungkap Prof Hamdan.

BACA JUGA :  Pengurus Pusat IPPM Pangkep Bersama Koordinator UIN Alauddin Makassar Turut Bantu Korban Puting Beliung

Lebih lanjut pohaknya juga memaparkan beberapa hal yang menjadi poin penting dan perlu digaris bawahi oleh para mahasiswa.

“Kalau ada mahasiswa pasca yang tidak mau berfikir berhenti saja, iya. Karna pasca itu meniscayakan orang berfikir, bukan menghayal tapi berfikir. Berfikir inilah menjadi bagian dari pada budaya ilmiah yang tentunya bisa menguatkan moderasi bergama,” ucap Prof Hamdan.

BACA JUGA :  Akan Segera Bangkit, Syiar TV Adakan Kegiatan Workshop

Sekadar diketahui bahwa dalam pelaksanaan kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sebanyak 280 peserta yang terdiri dari Direktur pascasarjana, ketua/sekretaris prodi pascasarjana, dan mahasiwa/mahasiswi baik program S2 maupun S3. (Dev)