Demi Menangkal Terorisme, RRI Makassar dan FDK UIN Alauddin Adakan Dialog Kampus

53

Syiarmedia.id, Gowa – RRI Makassar bersama Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar adakan kegiatan dialog kampus dengan tema “Menangkal Paham Radikalisme dan Terorisme Dikalangan Milenial”. Kegiatan ini berlangsung didepan FDK yang dihadiri oleh mahasiswa dari beberapa kampus yang ada di Makassar dan diadakan juga secara online yang disiarkan langsung oleh RRI Makassar melalui live streaming yang dimulai pada pukul 09:00, Rabu (02/06/21).

Menurut Dekan FDK Dr. Firdaus Muhammad, Pada saat menyampaikan pendapat nya bahwa kalangan milenial merupakan bagian dari masyarakat yang sangat potensial terpengaruh paham radikalisme dan terorisme.

BACA JUGA :  Pelantikan Pengurus PWI Sulsel 2021-2026, Ini Harapan Dekan FDK UIN Alauddin

“Kita harus membangun kepercayaan masyarakat untuk menangkal paham terorisme dan radikalisme itu dikalangan milenial karena ini yang sangat potensial yang mengalami itu. Jadi usia milenial itu terpapar banyak faktor, pertama memang mungkin dari asupan ideologi terkait dengan pancasila,” ujarnya saat menyampaikan pendapatnya.

Firdaus juga menambahkan bahwa pihak kampus harus bisa mengontrol para mahasiswa agar tidak terpapar oleh paham-paham yang radikal, apalagi yang berbau terorisme.

BACA JUGA :  Dekan FDK UIN Alauddin Kecam Aksi Terorisme Sekaligus Sadarkan Pentingnya Moderasi Beragama

“Ada kecenderungan juga kelompok-kelompok radikal itu sudah merasuki kampus. Ada ideologi-ideologi baru transnasional yang menyusup dan ternyata mudah sekali diterima karena ada sesuatu yang baru di mereka, jadi jangan sampai ada kelompok-kelompok dari lingkaran mahasiswa yang kemudian dirasuki oleh kelompok tertentu karena abai dari kontrol kita,” lanjutnya.

Asisten Direktur Pascasarjana Universitas Indonesia Timur, Dr. Patawari mengatakan bahwa setiap anak harus diawasi dalam menggunakan media sosial dan didalam mengkaji suatu ilmu maka harus di bimbing serta diawasi oleh guru, agar tidak mudah terpapar paham radikalisme.

BACA JUGA :  Ciri-Ciri Konten Dakwah yang Baik Ala Dekan FDK UIN Alauddin Makassar

“Dalam dunia kampus memang dulu kita tidak terlalu marak dengan media sosial. Akan tetapi, rel-rel kita yang lepas dalam melakukan kajian. Tetapi, yang pertama kita dipandu dengan kurikulum-kurikulum yang ada. Kedua adalah kita dipandu dengan adanya guru dari turun-temurun dan organisasi itu yang mengajari kita. Terakhir, saya katakan dengan demikian maka mahasiswa atau masyarakat umum, anak-anak kita tidak bisa belajar tanpa guru,” ujar Patawari dalam kegiatan tersebut.

Reporter : Zainal