Dekan FDK UIN Alauddin Kecam Aksi Terorisme Sekaligus Sadarkan Pentingnya Moderasi Beragama

362

Syiarmedia.id, Makassar – Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar melalui Dekan FDK, Dr Firdaus Muhammad mengemukakan 2 hal dalam menanggapi kasus bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021) Siang tadi.

Pertama, Dr Firdaus Muhammad mengecam terkait aksi bom bunuh diri tersebut, dan yang kedua yakni penyadaran terkait pentingnya dalam melakukan penguatan moderasi beragama, bukan hanya di kampus, lembaga pendidikan, lembaga keagamaan tetapi juga di masyarakat, terutama di kalangan remaja.

“Karena faktanya yang terlibat sebagai pelaku bom bunuh diri itu umumnya kaum remaja, atau orang yang masih tergolong muda,” ujar Dr Firdaus kepada syiarmedia.id, melalui via telepon.

BACA JUGA :  Mahasiswa KKN-DK UIN Alauddin Adakan Pelatihan Pembuatan Pupuk Cair untuk Masyarakat Wajo

Lebih lanjut, Dekan FDK yang juga merupakan Ketua Komisi Dakwah MUI Sulawesi Selatan (Sulsel) berharap, perlunya melakukan penguatan literasi-literasi dakwah ke tengah-tengah masyarakat dengan mengusung tema-tema moderasi beragama dan juga toleransi.

“Saya mengharapkan perlunya penguatan literasi-literasi dakwah ke tengah-tengah masyarakat dengan mengusung tema moderasi beragama dan toleransi. Hal ini perlu dilakukan untuk menciptakan kedamaian,” jelas Dr Firdaus Muhammad.

Tak hanya itu, ia juga menjelaskan bahwa subtansi islam itu adalah agama yang damai, sehingga perlu menerapkan penguatan moderasi beragama. Bahkan ia berharap agar pihak pemerintah juga bisa lebih aktif untuk melakukan kerjasama-kerjasama penguatan melalui lembaga pendidikan kampus, MUI, organisasi masyarakat keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah.

BACA JUGA :  UIN Alauddin Makassar Duduki Peringkat ke 33 Sebagai Universitas Terbaik di Dunia

“Hal tersebut sangat perlu dilakukan untuk selalu meminimalisir potensi-potensi terjadinya kekerasan atas nama agama, apalagi teroris. Saya rasa kalangan kampus paling utama untuk digencarkan, karena kita harus benar-benar menjamin bahwa potensi-potensi radikalisme itu bisa nihil di kampus. Misalnya UIN tempat orang belajar agama, maka kita selalu berupaya untuk bagaimana pembelajaran agama di kampus itu benar-benar mencerminkan Islam yang damai,” ungkap Dekan FDK.

Selain itu, Ketua Komisi Dakwah MUI Sulsel tersebut juga berharap agar pihak pemerintah bisa segera mengembalikan citra positif dari kota Makassar. Sehingga kota Makassar bisa jauh dari stigma negatif oleh seluruh pihak.

“Kita juga berharap kepada pemerintah kota Makassar dan Sulsel untuk segera mengembalikan citra kota Makassar untuk bisa steril dari terorisme. Hal ini dikarenakan beberapa hari yang lalu sempat ada puluhan teroris yabg ditangkap. Nah ini khawatirnya kalau ada stigma bahwa Makassar merupakan produsen lahirnya radikalisme agama,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Ikom FDK UIN Alauddin Sukses Gelar Seminar Nasional, Dubes Mesir Bahas Praktik Diplomasi kontemporer

Di akhir pernyataannya, Dr Firdaus juga menaruh harapan kepada para masyarakat untuk tetap waspada, tetapi tidak cemas dan merasa ketakutan yang berlebihan.

“Kepada masyarakat untuk tetap waspada, tetapi tidak cemas dan merasa ketakutan yang berlebihan. Tetapi harus waspada. Dan kita juga mengapresiasi beberapa tokoh dan institusi yang melakukan aksi-aksi damai sebagai bentuk kecaman dari tindakan tersebut,” kuncinya. (Dev)