Civitas Akademika UIN Alauddin Makassar Siap Divaksin Covid-19

192

Syiarmedia.id, Makassar – Civitas Akademika kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mengaku siap untuk pelaksanaan penyuntikan vaksinasi Covid-19 kepada para tenaga pendidik. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Jamaluddin selaku Humas UIN Alauddin Makassar.

“Pada dasarnya civitas akademika UIN siap di vaksin. Tinggal menunggu giliranya,” ujar Jamaluddin kepada Syiarmedia.id, Jumat (5/3/2021).

Lebih lanjut, pihaknya juga mengatakan bahwa untuk saat ini UIN Alauddin masih menunggu jadwal vaksinasi.

BACA JUGA :  LKM PBio UIN Alauddin Makassar Gelar Kajian Bahas Efek Pemuda Buta Politik di Era Digital

“Untuk jadwal belum ada, dan kami juga belum bisa pastikan. Karena kami saat ini masih menunggu jadwal,” imbuhnya.

Ditanya perihal kesiapan tempat yang akan digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi, Jamaluddin juga belum mengetahui lebih pasti terkait ruangan mana yang akan digunakan.

“Dan kalau untuk itu kami masih menunggu petunjuk pimpinan. Belum bisa tunjuk ruangan, karena belum di tau seperti apa model mekanisme vaksinasinya,” jelas Jamaluddin.

BACA JUGA :  Memperingati Hari Jadi Ketiga, Jurusan Kessos FDK UIN Alauddin Selenggarakan Seminar Nasional

Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Dr Firdaus mengungkapkan bahwa dirinya sangat setuju akan adanya vaksinasi Covid-19 yang akan dilaksanakan di UIN Alauddin Makassar. Bahkan dirinya mengaku sangat menanti proses vaksinasi tersebut.

“Kami sangat mendukung vaksinasi.¬†Lebih bagus kalau lebih cepat vaksinnya. Karena kita siap setiap saat. Bahkan sudah lama diharapkan,” ujar Dr Firdaus.

Sekadar diketahui bahwa pelaksanaan vaksinasi ini merupakan anjuran dari pemerintah pusat. Di mana pempus telah menargetkan untuk seluruh pendidik dan tenaga kependidikan yang kurang lebih sebanyak 5,5 juta harus selesai divaksinasi pada akhir Juni 2021.

BACA JUGA :  KKN-DK UIN Alauddin Makassar Angkatan 65 Gelar Seminar Proker di Desa Bissoloro

Hal ini diakibatkan karena proses pembelajaran jarak jauh (PJJ), menurut Mendikbud sangat berisiko tinggi bagi para pelajar. Hingga akhirnya, pihak pemerintah memprioritaskan tenaga pendidik untuk divaksinasi lebih dahulu, agar sekolah tatap muka segera diselenggarakan. (Dev)