Civitas Akademika UIN Alauddin Makassar Siap Divaksin Covid-19

169

Syiarmedia.id, Makassar – Civitas Akademika kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mengaku siap untuk pelaksanaan penyuntikan vaksinasi Covid-19 kepada para tenaga pendidik. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Jamaluddin selaku Humas UIN Alauddin Makassar.

“Pada dasarnya civitas akademika UIN siap di vaksin. Tinggal menunggu giliranya,” ujar Jamaluddin kepada Syiarmedia.id, Jumat (5/3/2021).

Lebih lanjut, pihaknya juga mengatakan bahwa untuk saat ini UIN Alauddin masih menunggu jadwal vaksinasi.

BACA JUGA :  UIN Alauddin Kedatangan LHS Sebagai Pemateri Penguatan Moderasi Beragama

“Untuk jadwal belum ada, dan kami juga belum bisa pastikan. Karena kami saat ini masih menunggu jadwal,” imbuhnya.

Ditanya perihal kesiapan tempat yang akan digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi, Jamaluddin juga belum mengetahui lebih pasti terkait ruangan mana yang akan digunakan.

“Dan kalau untuk itu kami masih menunggu petunjuk pimpinan. Belum bisa tunjuk ruangan, karena belum di tau seperti apa model mekanisme vaksinasinya,” jelas Jamaluddin.

BACA JUGA :  Jurusan MD FDK UIN Alauddin Makassar Gelar Workshop Kewirausahaan

Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Dr Firdaus mengungkapkan bahwa dirinya sangat setuju akan adanya vaksinasi Covid-19 yang akan dilaksanakan di UIN Alauddin Makassar. Bahkan dirinya mengaku sangat menanti proses vaksinasi tersebut.

“Kami sangat mendukung vaksinasi.¬†Lebih bagus kalau lebih cepat vaksinnya. Karena kita siap setiap saat. Bahkan sudah lama diharapkan,” ujar Dr Firdaus.

Sekadar diketahui bahwa pelaksanaan vaksinasi ini merupakan anjuran dari pemerintah pusat. Di mana pempus telah menargetkan untuk seluruh pendidik dan tenaga kependidikan yang kurang lebih sebanyak 5,5 juta harus selesai divaksinasi pada akhir Juni 2021.

BACA JUGA :  Gandeng Perhumas Makassar-Sulsel, Jurusan IKOM UIN Alauddin Sukses Gelar Pelatihan Manajemen Kehumasan

Hal ini diakibatkan karena proses pembelajaran jarak jauh (PJJ), menurut Mendikbud sangat berisiko tinggi bagi para pelajar. Hingga akhirnya, pihak pemerintah memprioritaskan tenaga pendidik untuk divaksinasi lebih dahulu, agar sekolah tatap muka segera diselenggarakan. (Dev)